Komunisme, Ateisme, dan Yahudi

Komunisme Mengancam Agama dan Bangsa (bag. 2)

Di antara musuh besar paling berbahaya terhadap Islam dan kaum muslimin adalah Yahudi dan Nasrani. Allah berfirman,

وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ. (البقرة:١٢٠).

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepada kalian hingga kalian mengikuti agama mereka. Katakanlah,Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah ilmu datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (al-Baqarah: 120)

Menilik sejarahnya, ajaran komunisme dicetuskan oleh Karl Marx, sehingga tak jarang komunisme disebut pula Marxisme. Ternyata, dia adalah seorang Yahudi berkebangsaan Jerman yang hidup pada 1818—1883 M. Pada 1848, Marx bersama rekannya Freidrich Engels, mengumumkan ideologi komunisme melalui sebuah tulisan berjudul Manifest der Communistischen.

Tahun-tahun tersebut, bagi Karl Marx sendiri, merupakan tahun paling gelap dalam kehidupannya. Dia tidak punya sumber pendapatan yang tetap. Ia hidup mengandalkan kiriman uang sewaktu-waktu dari Engels. Keluarganya miskin dan sering kelaparan. Karena sikapnya yang sombong dan otoriter, hampir semua bekas rekannya tidak memedulikannya. Marx memang dikenal egoistis, tak punya prinsip yang jelas, pendendam, dan sangat materialistis.

Dalam kesehariannya Marx adalah seorang pengangguran, dikenal malas bekerja dan banyak mengkhayal. Bahkan, di tengah keluarganya, Marx juga identik dengan anak durhaka. Tatkala ayahnya meninggal dunia, ia tidak mau menghadiri pemakamannya. Bahkan, semua utang Marx dibebankan kepada ibunya yang sudah menjanda dan berusia tua. Dari orang seperti inilah, lahir komunisme.

 

Komunis dan Ateis

Menurut ajaran komunisme, agama adalah opium alias candu. Sebab, masih menurut komunisme, agama adalah khayal dan tidak menghasilkan materi; hanya menipu dan menyesatkan masyarakat.  Agama—menurut komunisme—akan menjadi penghalang manusia untuk menyangkal dan memperbaiki hidupnya yang sedang tertindas.

Menurut komunisme, seandainya Tuhan dan agama tidak ada, maka manusia bisa hidup bebas dan bermartabat. Jadi, Tuhan harus dicoret karena tidak diperlukan. Karena itu, seorang komunis pasti ateis. Komunisme pasti antiagama. Bahkan, seorang komunis pasti kejam, jahat, dan biadab.

Komunisme Dikembangkan Oleh Orang Jahat dengan Kekerasan

Komunisme sebagai ideologi dalam tataran negara mulai diterapkan setelah berhasilnya Revolusi Bolshevik 1917. Revolusi tersebut mengantarkan kaum komunis di bawah pimpinan Vladimir Lenin berkuasa dan mengubah wajah Rusia menjadi Uni Soviet yang komunis, dengan perencanaan dari Yahudi. Lenin-lah yang telah menjabarkan komunisme dalam praktik nyata. Karena itu, paham komunisme dikenal pula sebagai komunisme-leninisme.

Lenin sendiri berasal-usul Yahudi. Revolusi yang dia lakukan merupakan revolusi berdarah. Dia dikenal sebagai diktator yang sangat ditakuti, berhati kejam, dan sangat menaruh dendam terhadap umat manusia.

Pelanjutnya adalah Joseph Stalin. Dia juga terkenal bengis, kejam, sadis, diktator, dan keras kepala. Untuk menyingkirkan lawan-lawannya, Stalin melakukan pembantaian, pembunuhan, dan pembuangan. Diperkirakan 30 juta manusia telah ia bunuh. Laa haula wala quwwata illa billah…

Watak kejam, diktator, pendendam, dst., melekat pula pada tokoh-tokoh komunis lainnya di seluruh dunia.

(abuamrahmad)

One Comment

  1. Pingback: Penyebar Komunisme Lenin Yahudi & Stalin: Diktator Kejam Bengis | Info berita dunia islam SEKILASNET

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *