Tebar Majalah, Minta Kajian

ANTIKOMUNISME.COM, BONDOWOSO. Tim tebar majalah di Bondowoso aktif bergerak. Mereka membagikan Majalah Asy Syariah Edisi Khusus Awas Komunisme Bangkit Kembali! ke sejumlah institusi sipil maupun militer.

“Kami mendatangi Makodim, Polres, hingga sekolah-sekolah. Total 2.225 eksemplar yang akan dibagikan,” kata koordinator tebar majalah setempat, Muhammad Santoso, kepada antikomunisme.com, belum lama ini.

Respons positif ditunjukkan kalangan dunia pendidikan, TNI, dan Polri. Bahkan, Korps Bhayangkara menyarankan agar ada pengajian di sekolah-sekolah. Pesertanya khusus para pelajar. “Pihak sekolah juga berharap demikian. Agar kita bisa memberi pencerahan,” ungkap akh Santoso.

Wakasek SMAN 1 Pujer, Priyanto MPd menyebutkan, setiap program yang bertujuan memberi pencerahan kepada masyarakat dan umat perlu diapresiasi. Tentu, program yang baik dan benar, harus dilakukan dengan proses atau prosedur yang benar pula. Agar tidak terjadi salah paham. “Selamat berjuang! Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu melindungi,” katanya memberi semangat.

Peran Aktif Masyarakat

Komandan Kodim (Dandim) 0822 Bondowoso, Letkol Arh Sudrajat SH menegaskan, upaya menumpas komunisme tidak bisa jika diserahkan hanya kepada TNI dan Polri saja. Mesti ada peran aktif masyarakat seluruhnya. Termasuk tokoh agama dan ustad-ustad. “Saya bangga masih ada elemen masyarakat yang peduli terkait (upaya mengingatkan bahaya) komunisme,” ucapnya.

Lurah Desa Sukodono, Didik Agus Riyono menambahkan, segenap masyarakat sangat mendukung apa yang diupayakan yayasan Minhajul Atsar dalam program tebar majalah ini. Menurutnya, perlu ada upaya menjelaskan secara kontinuitas terkait bahaya komunisme kepada masyarakat luas. “Agar kita selaku warga negara selalu hati-hati,” pesannya.

Didik melihat tantangan ke depan akan lebih berat. Sebagai warga negara yang mayoritas penduduknya muslim, perlu saling mengingatkan agar tidak mudah dimasuki paham yang menyimpang dari Alqur’an dan hadits. “Kami siap mendukung (program ini),” tandasnya. (muhammad rona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *