Wakapolresta Barelang: Ajarkan Sejak Masa Sekolah

ANTIKOMUNISME.COM, BATAM. Polisi adalah pelayan masyarakat. Bukan musuh! Markasnya, bukan target untuk dibom! Tugas prajurit Bhayangkara tidak mudah. Terlebih menghadapi radikalisme atas nama agama. Bersama masyarakat dan alim ulama, mereka berupaya sinergis membangun suasana aman dan damai.

Ahad, 13 Shafar 1438 H / 13 November 2016, berlangsung kajian Islam ilmiah bertajuk Bahaya Radikalisme dan Komunisme Terhadap Negara, di Masjid Nurul Islam, Muka Kuning, Batam. Atas izin Allah subhanahu wa ta’ala, Wakapolresta Barelang, AKBP Hengky SIK MH, hadir. Beliau mewakili Kapolda Kepri, Brigjen Pol Drs Sam Budigusdian MH.

AKBP Hengky menegaskan upaya mengingatkan masyarakat terkait bahaya radikalisme, terorisme dan komunisme, perlu dilakukan sejak masa sekolah. Ia menekankan kalangan pelajar, mahasiswa dan pemuda di pelosok kampung, harus diberitahu bahaya paham yang menyimpang itu. “Ajarkan dan sampaikan semasa sekolah, bahwa radikalisme dan komunisme merugikan kita semua,” katanya dalam wawancara khusus kepada antikomunisme.com, melalui panitia setempat.

Menurut dia, generasi muda perlu diberi pengertian jika mereka yang terjerumus radikalisme dan komunisme adalah orang-orang yang tidak memahami agamanya (Islam) dengan baik. “Mereka ambil jalan pintas, menurut pemahaman sendiri,” ujarnya.

Apresiasi kajian ilmiah ahlussunnah Barelang, Batam

AKBP Hengky mengapresiasi kajian ilmiah ahlussunnah Batam. Pihaknya merasa terbantu dengan peran aktif masyarakat yang ikut memberi pengetahuan kepada khalayak umum tentang buruknya radikalisme dan komunisme. “Bukan hanya tugas polisi, TNI dan pemerintah untuk mencegah hal demikian. Tapi, tugas bersama,” ucap perwira yang sebelumnya menjabat Wadirreskrimsus Polda Sumbar.

Dia mengungkapkan Islam tidak mengajarkan kekerasan. Namun mengedepankan sikap menghormati, bukan menebar kebencian. “Radikalisme adalah salah tafsir (atas ajaran Islam), dari mereka yang pemahaman (agamanya) masih rendah,” tutur perwira dengan melati dua di pundak. (muhammad rona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *