Komunisme dan Latar Belakangnya

Antikomunisme.com – Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa komunisme adalah paham atau ideologi (di bidang politik) yang menganut ajaran Karl Marx dan Fredrich Engels yang bermaksud menghapus hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan milik bersama yang dikontrol oleh negara.

Merunut asal usulnya, komunisme merupakan buah dari akar-akar ideologi sosialisme yang digulirkan oleh seorang keturunan Yahudi Jerman yang bernama Karl Marx. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan, sosialisme adalah ajaran atau paham kenegaraan dan ekonomi yang berusaha supaya harta benda, industri, dan perusahaan menjadi milik negara.

Dari sisi latar belakang, ideologi sosialisme-komunisme muncul ketika kalangan atas alias borjuis banyak menguasai permodalan usaha dan tak memedulikan kalangan bawah (proletar). Dengan kata lain, sosialisme-komunisme muncul untuk menumbangkan kapitalisme-imperialisme barat yang saat itu sedang berjaya.

Kaum sosialis-komunis bercita-cita agar kalangan bawah (proletar) yang mayoritasnya adalah buruh dan petani bisa sejahtera dan berkuasa. Menurut anggapan mereka, hanya dengan sosialisme-komunisme cita-cita tersebut akan tercapai.

Di antara langkah yang harus ditempuh adalah memasukkan harta benda, industri, dan perusahaan ke dalam kepemilikan negara, tidak boleh dimiliki oleh perseorangan (swasta). Dengan demikian, tidak ada kesempatan bagi kalangan borjuis untuk menguasai modal dan menimbun harta. Dengan itulah—menurut mereka—kapitalisme dapat ditumbangkan dan keadilan dapat ditegakkan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemantik utama bergulirnya sosialisme adalah perbedaan kelas atau tingkat sosial kemasyarakatan yang dinilai dengan standar materi dan pembelaan terhadap kalangan bawah (proletar). Adapun komunisme merupakan penerapan radikal dari sosialisme dalam lapangan politik. Untuk pertama kalinya, komunisme diterapkan dalam lapangan politik di Uni Soviet oleh Vladimir Ilyich Lenin.

Di antara kritik ulama Islam terhadap paham sosialisme ialah karena mereka berusaha menguasai harta manusia dan menjadikannya milik bersama dengan isu keadilan, persamaan, dan kepentingan bersama.

Itulah argumentasi orang-orang komunis dan sosialis. Padahal itu adalah kezaliman, kecurangan, pendiskreditan umat manusia dan berbagai kepentingan mereka; serta menjadikan orang-orang kaya di antara mereka dan orang-orang miskin sebagai budak-budak yang hina setelah harta mereka dirampas.

Berbagai jaminan palsu yang dipromosikan oleh orang-orang sosialis itu pun pasti akan menguap dan sirna. Cukuplah rekam jejak pemerintahan-pemerintahan sosialis-komunis sebagai pelajaran terbesar bagi orang-orang yang dapat mengambil pelajaran.

(Majalah Asy Syariah Edisi Khusus 01 hlm. 5—6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *