PKI, Pelanggar HAM Sejati

Antikomunisme.com – Bau amis darah mengiringi laju PKI di negeri ini. Warna merah darah tak bisa dipupus begitu saja dari lembar sejarah. Beragam pemberontakan yang pernah menggores etalase bangsa, ternyata tiada bisa dibandingkan dengan pemberontakan PKI. Bercak-bercak darah segar tercecer di lantai beranda negeri.

Saat kaum muslimin sibuk memerangi radikalisme ISIS, al-Qaeda, dll., serta Syiah, tiba-tiba muncul tantangan dan gangguan baru, yaitu komunisme. Ketika anak negeri menghirup udara segar karunia ilahi, PKI menikam dari belakang. PKI menebar teror. Ketakutan pun meliputi negeri. Tak cuma air mata dan peluh yang menetes, duka anak bangsa harus dibayar mahal dengan darah. Itulah PKI. PKI yang kini coba dihidup-hidupkan kembali sebagai kaum tertindas, kaum yang dizalimi.

Anak-anak asuh PKI kini telah besar. Telah mampu bermain siasat. Kini, mereka berupaya memupus jejak hitam penuh noda generasi pendahulunya. Anak-anak asuh PKI telah banyak bersarang dan menyarangkan diri di lahan-lahan strategis yang ada di negeri ini.

Mereka hendak melampiaskan dendam kesumat, menjungkirbalikan fakta, dan menuntut sesuatu yang senyatanya tak pantas diberikan kepadanya. Bagi mereka, mempermalukan bangsa di hadapan publik internasional bukanlah aib. Jangankan sekadar mempermalukan, menumpahkan darah pun bukan sebuah dosa bagi mereka. Cara apapun akan mereka tempuh untuk menegakkan komunisme di Indonesia. Walau harus dengan menebar teror dan bau amis darah….

Musuh utama PKI adalah kaum muslimin dan TNI-Polri. Karena itu, PKI senantiasa berusaha memecahnya. Permusuhan PKI terhadap kaum muslimin karena ajaran komunis sangat bertentangan dengan Islam. Cermatilah bagaimana orang-orang komunis dengan begitu mudah menghabisi nyawa seseorang. Tak hanya kepada orang yang dianggap lawan, teman seiring pun akan dihantam, bahkan dibunuh, manakala dianggap menghalangi tujuannya. Itulah watak PKI.

Sebagai agama yang membawa rahmat bagi segenap alam, Islam menentang segala bentuk radikalisme, terorisme, dan komunisme. Tiga paham tersebut sangat membahayakan kelangsungan hidup bermasyarakat dan bernegara. Dalam pandangan Islam, paham sesat dan menyesatkan tersebut, berbahaya pula bagi pelakunya. Kelak di akhirat ia mendapat ancaman siksa. Semoga Allah l menjauhkan kita dari yang demikian ini.

Aksi PKI dan HAM

Dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) disebutkan:

Pasal 33 (1). Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan derajat dan martabat kemanusiannya.

Pasal 33 (2). Setiap orang berhak untuk bebas dari penghilangan paksa dan penghilangan nyawa.

Pasal 34. Setiap orang tidak boleh ditangkap, ditahan, disiksa, dikucilkan, diasingkan, atau dibuang secara sewenang-wenang.

Pasal 36 (2). Tidak seorang pun boleh dirampas miliknya dengan sewenang-wenang dan secara melawan hukum.

Apabila pasal-pasal di atas diarahkan kepada orang-orang komunis atau orang-orang yang mendukung, menyokong, mengikuti gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI), akan terbukti bahwa merekalah pelanggar HAM sejati. Orang-orang PKI telah melakukan perbuatan keji, biadab dan tidak berperikemanusiaan. Inilah yang telah dilakukan orang-orang PKI beserta antek-anteknya.

Selain itu, kaum muslimin tidak sepatutnya menyandarkan pada nilai-nilai HAM yang bersumber dari budaya dan filsafat Barat. HAM yang selama ini dijajakan ke negeri-negeri kaum muslimin adalah bentuk neo-kolonialisme terselubung yang mengekang kepentingan kaum muslimin.

Kebengisan yang dipertontonkan PKI dan antek-anteknya di panggung sejarah merupakan bentuk kezaliman yang bertentangan dengan Islam. Dari sudut inilah, hendaknya kaum muslimin memandang masalah. Pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang HAM hanya sebagai pembanding, betapa kebiadaban PKI dan antek-anteknya merupakan pelanggaran kemanusiaan yang teramat berat.

(abulfaruq ayip syafruddin; Majalah Asy Syariah Edisi Khusus No. 01, hlm. 30)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *