VX dan Juche

Antikomunisme.com – Bukan .. bukan judul kisah cinta atau merk oli motor. Ini cerita kekejaman kaum yang awalnya berpura-pura membela miskin tertindas lalu menampakkan watak asli mereka ketika berhasil menjelma menjadi rezim negara.

***

Pada 13 Februari 2017, Kim Jong Nam saudara kandung Kim Jong Un pemimpin Korut mati di bandara Kuala Lumpur. Penyidik menemukan jejak VX di wajahnya. Dikembangkan Inggris kurun 1950an dan tahun 1960 diproduksi militer Amerika dalam jumlah besar, gas saraf VX atau etil S-2-diisopropilaminoetil metilfosfonotiolat mempunyai sifat tidak berbau, tidak berasa dan lekat seperti minyak. Dapat diolah dalam bentuk krim, aerosol atau cair. Cukup 5ml meresap melalui kulit maka bisa membunuh manusia dalam waktu singkat. Daya bunuhnya dikatakan lebih dahsyat dari gas sarin yang digunakan teroris Shoko Asahara dari sekte Aum Shinrikyo tahun 1995 di jalur kereta bawah tanah Tokyo.

Senjata kimia VX digunakan untuk membungkam Kim Jong Nam karena kedekatannya dengan kapitalis Amerika, Korsel serta sinisnya penguasa Korut akan gaya hidupnya yang semakin “jauh dari semangat Juche”.

Perlu diketahui, pembunuhan atas nama negara bukan kali ini saja dilakukan rezim komunis Korut. Pada 1987, agen Korut, Kim Hyun Hee, meledakkan pesawat komersil KAL dan menewaskan 115 penumpangnya. Serangan itu dilakukan untuk mencegah tim dari luar negeri meramaikan Olimpiade 1988 di Seoul, Korsel.

Berikutnya Lil Il Nam, yang masih bertalian keluarga dengan penguasa Korut. Sepupu dari mantan istri Kim Jong Il ini ditembak di depan rumahnya di Seoul tahun 1997. Sebabnya? Setelah lulus sekolah di Eropa tahun 1982, ia memilih tinggal di negara “musuh”, Korsel.

Semua korban dieksekusi demi asas dan semangat Juche. Apa itu Juche? Juche secara bahasa berarti “kendali seseorang atas tubuhnya sendiri”. Hasil idiosinkratis Marxisme-Leninisme Kim Il Sung ini diperkenalkan pada 1955 saat Sidang Propaganda dan Promosi Partai Buruh Korea. Pada Sidang ke 5 tahun 1970, Juche akhirnya diresmikan sebagai ideologi dasar Korut.

Paham ini awalnya “hanya” mengajarkan bahwa rakyat dalam negara adalah tuan dalam sejarah dan memutuskan segala sesuatu murni atas kemampuannya sendiri (dengan kata lain, menolak takdir & ketentuan Allah). Jika ingin hasil panen rakyat melimpah, kerja keras wajib bagi setiap orang.
Kepemimpinan rakyat umum adalah inti dari Juche. Tentu saja, yang dimaksud adalah kepemimpinan rakyat dengan dibawah oleh Pemimpin Besar Revolusi, Kim Il Sung. Otomatis, setiap hajat rakyat, dari pembangunan ekonomi sampai seni budaya, harap dipersembahkan kepada Sang Pemimpin Besar Revolusi ini.

Juche juga sekaligus berfungsi sebagai alat legitimasi bagi dinasti Kim untuk memberangus para kontrarevolusi” dan melanggengkan kuasa rezimnya. Pembunuhan jenis ini dalam negara komunis adalah legal. Siapapun ia, jika melawan dan berseberangan pasti berakhir nestapa. Demikianlah watak asli komunisme. Apapun ditempuh, siapapun dilibas. Tak peduli teman, kolega satu partai, bahkan saudara kandung satu darah sekalipun. Maka dari itu, jangan biarkan komunisme menjelma. Berangus sebelum bertunas dan cabut hingga ke akarnya! (abL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *