Istirahatlah Selamanya… (kata-kata)

Sudah, cukup! Jangan kau ganggu anak bangsa, kata-kata. Jangan kau racuni penerus bangsa!

Rima-rima perlawanan pada penguasa, sepantasnya diistirahatkan. Sekarang juga. Selamanya, di pusara tanpa bunga. Tanpa nama.

Ketahuilah, generasi bangsa ada yang menjaga. Berkat izin Allah semata. Kami tidak akan mudah percaya. Dengan slogan kata-kata. Yang memantik amarah penguasa.

Cukup sudah!

Ketidakadilan yang kau suarakan, hanya permainan bahasa.

Ketertindasan yang kau jajakan, hanya karambol kata-kata!

Membuat benturan anak bangsa dan penguasa. Tanpa peduli, menumbuhkan perang saudara. Kata-kata meruncing, jadi adu senjata.

Kini, kata-kata coba dibangunkan. Dikenalkan. Sebagai pelajaran.

Namun ingat, anak bangsa ada yang menjaga. Kami bersama penerus bangsa hanya ingin mengucapkan, “Istirahatlah selamanya, kata-kata!”

Tak perlu lagi ada. Semangat perlawanan kata-kata.

Sebab, anak bangsa yang belajar agama (Islam): diperintahkan taat pada penguasa. Tanpa perlu banyak tanya dan kata. (r)

*) Kami elemen masyarakat peduli bangsa, menolak dan menyesalkan pemutaran film dokumenter Istirahatlah Kata-kata dengan label belajar bersama film Indonesia yang ditayangkan TVRI, Selasa (16/6).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *